Oleh: Muhammad Wildan | 16 November 2016

CATATAN AKSI DAMAI 4/11

CATATAN AKSI DAMAI 4/11
Muhammad Wildan

Terlepas dari hasil aksi damai 4/11, demontrasi besar itu menyisakan banyak hal yang bisa kita diskusikan. Di medsos, diskusi seputar itu juga sangat ramai dari pembahasan pribadi AHOK sampai yang HOAX juga banyak. Ada beberapa catatan saya tentang peristiwa itu:
1. Demo 4/11 sebuah momentum luar biasa
Jarang berbagai elemen umat islam bersatu. Kasus dugaan penistaan agama telah menyatukan berbagai elemen masyarakat Muslim untuk bersatu dari kelompok Islam moderat hingga paling kanan. Bisa jadi ada juga elemen ultra-konservatif juga terlibat di dalamnya. Sangat dimungkinkan kasus dugaan penistaan agama ini dianggap sebagai entry terhadap isu “common enemy” umat Islam. Terlepas dari itu semua, saya tetap mengapresiasi berkumpulnya umat Islam hingga 2 jutaan. Bisa dibanyangkan biaya yang tersedot untuk terselenggaranya acara tersebut.

2. Penegakan hukum
Berbagai dugaan individu dan kelompok telah muncul hingga terbitnya fatwa institusi ulama di level negara telah menjadi bukti bahwa ada poin kesalahan pada terduga Ahok. Ketika tulisan ini saya buat, Ahok bahkan sudah jadi tersangka. Poin penting di sini adalah bahwa negara ini negara hukum. Status tersangka maupun hukuman tidak boleh dipaksakan oleh kelompok-kelompok tertentu. Seharusnya memang kasus dugaan penistaan ini bisa ditangani dengan segera oleh pemerintah supaya kasus tidak berlarut-larut dan berpotensi menimbulkan keresahan dan chaos di masyarakat. Di sisi lain, umat islam juga harus menerima apapun keputusan pengadilan terhadap Ahok. Jangan sampai kasus dugaan penistaan “ditarik” sana-sini hingga ranah politis.

3. Pemimpin negara bersalah
Sebagai seorang pemimpin negara, Jokowi tetap punya poin salah. Apapun alasannya untuk tidak menerima ulama dan pemimpin berbagai elemen masyarakat tidak bisa dimaafkan. Kalau memang presiden mempunyai I’tikad baik, pasti dia akan berusaha untuk menemui rakyatnya apapun halangannya. Ketidakhadiran presiden ini tentu menurunkan legitimasi presiden di masyarakat. Mungkin terkesan sederhana, tapi sulit untuk diperbaiki.

4. Demonstrasi sebagai proses demokrasi
Saya melihat bahwa demonstrasi besar ini sebagai sebuah proses demokratisasi. Di saat saluran-saluran demokrasi yang lain tidak berjalan dengan baik atau bahkan buntu, maka demonstrasi bisa dipakai sebagai mekanisme untuk memberikan pressure kepada pemerintah. Di sinilah vox populi vox dei berbicara. Dengan demosntrasi 4/11 ini saya melihat bahwa tingkat penerimaan masyarakat Muslim terhadap demokrasi sudah sangat tinggi. Demo sendiri dilakukan secara damai yang nyaris tanpa konflik dengan aparat yang berarti. Di sinilah poin penting bagi umat islam Indonesia.

5. Umat Islam Waspada
Terakhir, saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah diprovokasi oleh pihak-pihak yang kemungkinan memanfaatkan momentum ini untuk tujuan-tujuan pribadi atau kelompok, atau bahkan untuk memecah belah umat Islam. Tingkat kritis dan waspada harus ditingkatkan supaya umat islam tidak mudah terpancing untuk berbuat onar atau tindakan negative lainnya. Yang juga patut untuk dicatat di sini jangan sampai ada permusuhan diantara umat Islam. Kasus hujat-menghujat sempat muncul karena beda pemahaman atas kasus dugaan penistaan ini juga harus diredam supaya tidak terjadi perpecahan internal umat Islam. Obviously, saya kira demonstrasi tahap berikutnya tidak perlu lagi. Demonstrasi sebagai proses demokrasi dan good governance saya kira sudah cukup dan pasti sudah cukup menjadi pressure bagi pemerintah. Wallahu a’lamu bissowab.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: