Oleh: Muhammad Wildan | 25 Juli 2015

BERPUASA DI EROPA

BERPUASA DI EROPA
Muhammad Wildan

Sekilas mungkin orang menduga bahwa puasa di Eropa saat ini yang 18-20 jam (tergantung negaranya) itu amat sangat berat Saya cenderung mengatakan tidak, tidak seberat yang orang lain bayangkan. Kalau disuruh milih puasa di Eropa atau di Indonesia, tentu puasa di Indonesia yang ‘hanya’ 14 jam lebih nyaman. Atau kalau dibandingkan dengan puasa di musim dingin seperti di Australia saat ini yang hanya berkisar 11 jam, tentu puasa 11 jam lebih enak. Berdasarkan pengalaman, berikut ini beberapa alasan puasa musim panas di Eropa tidak terlalu berat.

Pertama, kondisi cuaca yang kondusif. Walaupun bulan Juni 2015 ini sudah masuk musim panas, namun matahari masih agak ‘malu-malu’ dan jarang muncul. Suhu udara berkisar 10-20 drajat celcius menjadikan puasa tidak begitu haus. Beda dengan di Indonesia atau negara-negara Timur Tengah yang suhunya berkisar 29-35 menjadikan panas terasa sangat terik dan cepat membuat haus.

Kedua, kondisi udara yang tidak lembab (humidity rendah). Berbeda dengan di Indonesia atau negara-negara tropis lainya dimana konsentrasi air dalam udara lebih tinggi. Kombinasi antara kelembaban tinggi dan suhu udara yang panas membuat kita mudah untuk gerah dan berkeringat. Dalam kondisi udara dengan kelembaban rendah dan suhu rendah seperti di Eropa, cairan dalam tubuh lebih banyak untuk menghangatkan badan sehingga kita tidak mudah berkeringat dan kita tidak cepat merasa haus.

Tantangan paling berat berpuasa di Eropa bagi saya lebih pada suasana yang kurang mendukung seperti budaya orang makan di jalanan dan juga cara berpakaian orang Barat yang suka buka-bukaan. Budaya makan dan minum di ruang publik ini banyak kita saksikan di depan cafe ata rumah makan-rumah makan.

Itulah keagungan Allah, menciptakan manusia untuk bisa menangani tantangan duniawi yang dihadapinya. Tidak sedikit umat Islam yang ‘malas’ berpuasa karena merasa berat berpuasa di musim panas. Itu semua tergantung pada iman kita. Saya tetap berkhusnudhan pada Allah, la yukallifullahu nafsan illa wus’aha….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: